top of page

Yogyakarta

  • Nov 26, 2017
  • 2 min read

Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta dan seringkali disingkat DIY) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis, Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya.

Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagi masyarakat Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalah kethoprak, jathilan, dan wayang kulit. Yogyakarta juga dikenal dengan perak dan gaya yang unik membuat batik kain dicelup, serta seni kontemporer hidup. Yogyakarta juga dikenal dengan gamelan musik, termasuk gaya yang unik gamelan Yogyakarta.

Mencicipi kuliner Yogja sudah menjadi keharusan selagi jalan-jalan di Kota Yogyakarta. Di dunia kuliner, Yogja dikenal dengan aneka jenis masakan yang unik dan lezat. Gudeg dan angkringan telah menjadi simbol keunikan kuliner khas Yogja. Belum lengkap kalau liburan tidak menyicipi salah satu gudeg yang terkenal, yaitu Gudeg legendaris Yu Djum; Untuk urusan gudeg, tempat inilah yang paling ramai pengunjungnnya. Bahkan, seringkali karena saking ramainya, untuk membeli gudeg diharuskan untuk mengantri demi menikmati rasa yang khas dan menempel di lidah.

Pusat kuliner terkenal Yogja yang kedua adalah Bakpia Pathuk. Tempat wisata kuliner ini terletak di daerah Pathuk dan merupakan sentra bakpia sejak 1948, sekaligus menjadi cikal bakal makanan khas yang populer. Bentuknya yang mungil dan rasa manis menjadi daya tarik spesial bagi para pecinta kuliner. Makanan ini lebih enak disantap dalam kondisi masih hangat; Di bagian kulit pia yang kering tipis memberi kesan gurih dan ketika dikunyah, rasa manis yang didalam akan lumer di mulut.

Yang terakhir adalah tempat makan favorit para raja dan ratu keraton, yaitu Bale Raos, sebab di rumah makan yang dekat dengan Tamansari dan Pasar Burung Ngasem ini , menyajikan makanan serta minuman yang biasa disajikan pada para raja di Keraton Kesultanan Yogyakarta. Menu yang paling terkenal, adalah Bebek Suwar Suwir. Bebek goreng yang dicacah kasar ini termasuk menu favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sausnya jempolan, terbuat dari campuran kedondong-apel dengan aroma cengkih yang semerbak. Rasa asam kedondong menjadi penyeimbang rasa tajam bebek. Selain itu ada Selat Husar, makanan pembuka gaya Indo-Belanda yang disebut sebagai salad kegemaran Hamengkubuwono VIII. Sedangkan, Es Semlo ( setup pisang yang direbus dengan cengkih dan jeruk nipis ) adalah makanan penutup kesayangan HB IX. Bale Raos bernuansa arsitektur Jawa, bangunan Joglo yang berdiri dengan megah, serta aura Kraton yang kental disulap menjadi ruang santap terbuka yang memudahkan hembusan angin lembut, siap menyapa pengunjung.

Itulah beberapa tempat terfavorit para pecinta kuliner di Yogya. Banyak orang yang bilang bahwa kuliner Jogja selalu bikin kangen. Bagaimana denganmu? Apakah kamu siap mencoba makanan-makanan khas daerah ini?


Comments


Featured Review
Tag Cloud
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
bottom of page