Bulan Bahasa JNY
- Oct 27, 2017
- 2 min read
Tahukah kamu bahwa setiap bulan Oktober, Indonesia merayakannya sebagai bulan bahasa Indonesia? Mengapa bulan Oktober, bukan bulan lainnya? Alasan bulan Oktober dipilih sebagai bulan bahasa dan sastra merujuk pada sejarah bangsa. Pada bulan ini, tepatnya 28 Oktober yang diperingati sebagai Hari Sumpah pemuda, ditetapkan pula bahasa resmi yang akan digunakan untuk bermasyarakat, yakni bahasa Indonesia. Bangsa Indonesia terbentuk dari beragam suku dan bahasa. Setidaknya pada tahun 2008, Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia telah mengidentifikasi sebanyak 442 bahasa daerah di Indonesia. Belum lagi dengan adanya pemakaian bahasa asing dalam keseharian, membuat bahasa yang digunakan di Indonesia semakin beragam.
Memiliki keragaman seharusnya membuat kita menjadi lebih paham mengenai arti dari persatuan. Bahasa Indonesia ini, contohnya, diciptakan untuk memelihara persatuan, menghubungkan setiap suku untuk dapat berkomunikasi dengan suku lain menggunakan bahasa yang sama, bahasa Indonesia. Kita harus percaya bahwa bahasalah yang meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan menjadikan kesatuan bangsa sebagai indentitas nasional kita.
Akan tetapi kenyataan sekarang, lunturnya rasa bangga terhadap bahasa Indonesia diwujudkan melalui tulisan dan percakapan yang semakin jauh dengan ajaran-ajaran Bahasa Indonesia. Kebanggaan terhadap kemampuan menguasai bahasa asing bahkan melebihi Bahasa Nasional sendiri. Terbukti lagi pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah merupakan ancaman yang ditakuti dan terkadang mendapat nilai di bawah rata-rata. Secara tidak langsung bahasa lisan atau tulis dapat menggambarkan kondisi bangsa saat ini.
Terlepas dari melestarikan Bahasa Indonesia, kiat sebagai warga daerah juga harus berusaha melestarikan bahasa daerah. Karena bahasa daerah adalah bahasa bahasa ibu atau bahasa awal daru kita semua, sedangkan bahasa Indonesia merupakan bahasa bahasa nasional dan bahasa resmi Indonesia. Selain itu bahasa daerah merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Ini terbukti dengan undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu Undang-Undang Nomor 24/2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara yang di dalamnya mengatur pentingnya perlindungan, pelestarian dan pembinaan bahasa daerah.
Di JNY, Bulan Bahasa dirayakan oleh seluruh sekolah, sedangkan untuk penampilan-penampilan tentang Bulan Bahasa difokuskan untuk murid-murid di kelas SMP dan SMA. Banyak pertunjukan yang ditampilkan, mulai dari pembacaan puisi hingga drama. Untuk drama yang ditampilkan, salah satu drama yang menarik perhatian adalah pergelaran drama dari anak-anak dari SMP 2 yang menampilkan cerita tentang ke-keluargaan jaman modern ini. Mereka mengangkat topik tentang penculikan anak dan juga sedikit menyentuh kisah-kisah perselingkuhan diantara pasangan suami istri.
Kita sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbahasa daerah lain seharusnya mencintai dan mengaplikasikan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional sekaligus sebagai bahasa pemersatu bangsa dalam mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai, baik dalam hidup bermasyarahat, berbangsa, dan bernegara. Mulailah mengaplikasikan bahasa Indonesia di lingkungan kita supaya bahasa nasional kita tetap terjaga dan benar-benar menjadi alat pemersatu bangsa tanpa mematikan keanekaragaman bahasa daerah yang sudah kita miliki sejak lahir.














Comments