Patricia Gouw - Modeling Itu Tidak Mudah
- Apr 14, 2017
- 4 min read



“Menjadi model itu mudah.” Begitulah yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Namun, apakah memiliki karier di bidang hiburan itu benar-benar mudah? Di kesempatan yang berharga ini, kami memutuskan untuk mewawancarai sosok yang berpengaruh di bidang hiburan. Dia bernama Patricia Gunawan Gouw, atau yang biasa dikenal sebagai Patricia Gouw.
Nama perempuan berwajah cantik ini mulai dikenal sejak penampilannya di acara Asia's Next Top Model, Siklus 4. Tidak hanya disibukkan dengan modeling, tetapi ia juga melanjutkan kariernya sebagai seorang presenter, MC, serta penyiar radio. Walaupun dia sangat menyukai berada di atas karpet merah, ia mengaku bahwa dirinya telah menghadapi banyak sekali rintangan untuk menjadi seorang Patricia yang sekarang.
Berikut hasil wawancara tim Klub Jurnalistik JNY dengan Patricia Gouw.
Seperti apa deskripsi pekerjaan Anda? Apa yang Anda lakukan?
Saya ini lebih seperti seorang opportunist daripada seorang presenter, MC, entrepreneur. Jadi saya melakukan hal-hal yang positif.
Sejak kapan Anda mulai menjadi model?
Kalau benar-benar modeling-nya itu tahun 2012, tapi umur 16 tahun itu saya pertama kali tahu tentang modeling, karena didorong oleh guru untuk mengikuti lomba. Tahun 2012 setelah kuliah, saya baru full modeling. Dulu saya bisa sebulan sekali baru dapet show. Tapi lama-lama, makin banyak orang yang kenal saya jadi dua minggu sekali, seminggu sekali bisa dapat show. Sampai sekarang, tiap hari [dapat show]! Hahahaha!
Kenapa Anda memilih karier ini?
Sebenarnya saya tidak memilih pekerjaan ini. Ini terjadi begitu saja. Pertama saya sambil sekolah dan dapat tawaran sambil dipaksa guru saya untuk ikut lomba modeling. Apalagi setelah mengikuti Asia’s Next Top Model. Menjadi seorang MC dan presenter juga adalah sebuah berkah karena dulu aku sangat tidak berani lihat kamera.
Memori apa yang tidak bisa dilupakan dari Asia’s Next Top Model?
Banyak banget, tetapi aku senang sekali bisa melihat orangtuaku datang ketika aku meraih Top 3. Aku senang ibuku bisa bangga sekali padaku karena dia sangat mempengaruhiku di Asia’s Next Top Model.
Apa yang menginspirasi Anda untuk menjadi seorang model?
Yah, seperti tadi saya bilang tidak ada karena saya benar-benar tidak berpikir untuk menjadi seorang model. Ketika mendapat tawaran dan dipaksa oleh guru, saya sebagai seorang pengambil kesempatan langsung menerimanya sekalian untuk menambah uang jajan. Sebenarnya, dulu saya berpikir untuk menjadi seorang wanita pebisnis.
Apa yang Anda sukai dari pekerjaan Anda sebagai seorang model?
Menjadi seorang model, orang-orang selalu bilang “jadi model itu gampang ya”, tapi setelah saya jalani itu, ternyata enggak, loh. Enggak semua orang bisa melakukan catwalk, di mana ada yang namanya koreografi, ada yang simple dan ada yang susah banget. Dan, mainnya itu dalam hitungan detik, kalau fashion show semuanya itu live, loh! Saya juga bisa kenal banyak perancang busana, jadi saya bisa melihat desain mereka langsung dan melihat tekstur dan kualitas busana. Saya menyadari dunia model itu tidak seperti yang orang-orang selalu katakan, dan juga menyadari bahwa yang penting itu cara kita membawa diri kita sendiri. Lebihnya lagi, saya juga bisa memakai pakaian-pakaian bagus!
Rintangan apa saja yang harus Anda hadapi untuk menjadi model?
Rintangannya banyak banget. Contohnya, dari dulu sampai sekarang saya itu kurang percaya diri. Walaupun orang-orang melihat saya sebagai orang tanpa urat malu, tetapi saya cuma bisa melakukan hal-hal tersebut di depan orang-orang yang dekat dengan saya. Saya juga dulu takut banget sama kamera, enggak bisa lihat kamera. Kalau lihat kamera, saya bisa langsung diem, enggak ngomong!
Bagaimana cara Anda menghadapi rintangan tersebut?
Pertama adalah, saya menyerahkan diri saya ke Tuhan. Kalau misalnya dikasih lebih, itu menurut saya sudah bonus dari Tuhan. Menghadapi rintangan itu tentunya enggak gampang, ya. Saya harus menghadapi orang tua dan keluarga saya yang awalnya tidak setuju saya bekerja di bidang entertainment. Tapi, saya bisa membuktikan kepada mereka bahwa saya berbeda, bahwa semuanya itu tentang bagaimana kamu membawa diri kamu sendiri, bagaimana kamu mengontrol diri kamu sendiri. Di industri ini, menurut saya, imannya harus kuat. Dulu juga saya takut banget sama kamera, tapi sekarang saya malah membawa acara di TV. Jadi, menurut saya semuanya itu proses, sih.
Motivasi Anda untuk melanjutkan karier sebagai model?
I just want to do my best in every aspect of my life in what I do gitu. Saya juga enggak pernah berpikir saya bisa sampai di cover majalah gitu, kan. Dulu enggak pernah kepikiran dan sekarang aku udah di beberapa cover dan rasanya kayak “ini udah mimpi terkabulkan”. Saya sampai takut mimpi itu kejauhan nanti saya jatuh, ngerti kan? Kayak sudah membuat ekspektasi tinggi terus enggak dapet itu sedih. Jadi saya menyerahkan segalanya tapi dkasih bonus sama Tuhan. Motivasinya sih enggak ada, lebih ke I just want to do my best in everything, do good things gitu.
Pesan-pesan yang ingin Anda sampaikan kepada orang-orang yang ingin menjadi seperti Anda?
Sebelum masuk ke entertainment industry pastikan iman kamu kuat. Emang semuanya itu butuh proses dan kadang-kadang prosesnya enggak enak. Dijalanin terus. Bukan hanya di modeling dan entertainment industry, tapi juga pas kalian grow up, pasti ada fase-fase yang harus dilewati, contohnya pas umur 16-17 bingung mau ambil pelajaran apa, mau jadi apa. Ya itu setiap umur ada fase yang harus dilewati. Pasti kamu kayak “Dulu nilai aku jelek banget” pas zaman SMP, “MAU JADI APA?” Seandainya kamu sedih, depresi, ya kamu harus overcome it. Kalau it doesn’t work today, remember tomorrow. Selalu berpikir kayak gitu. Jangan menyerah dan mungkin kamu harus dikelilingi oleh orang-orang positif. Kamu mau jadi model tapi kamu malu untuk nunjukin. “KAMU GILA YA KAMU PENDEK GINI?” “EMANG KAMU CAKEP?” Tapi jadi model itu kan cari yang unik dan bisa membawakan baju. Dulu saya enggak mengerti angle mana yang bagus, tapi dikasih kesempatan lagi, jadi kenapa enggak? Hajar aja. Pokoknya jangan menyerah dan percaya sama diri kamu sendiri.
Ternyata, menjadi model itu bukanlah sesuatu yang mudah. Kami ingin mengungkapkan rasa terima kasih terhadap Kak Patricia yang sudah bersedia diwawancarai oleh kami dan juga Manager Kak Patricia, Kak Sanjaya.














Comments