Jarak dan Luka
- Feb 28, 2017
- 7 min read
“Jadi, selama ini kamu berbohong padaku!” teriak Shon.
Lisa sangat terkejut saat melihat Shon di belakangnya.
“Maafkan aku Shon, aku tidak bermaksud untuk membohongimu,” jawab Lisa sambil memegang tangan Shon.
Shon segera melepaskan tangannya dan segera keluar dari rumah Lisa. Mereka sudah berteman baik sejak kelas 4 SD sampai sekarang. Tetapi kejadian tersebut membuat Lisa merasa gelisah karena Shon memergoki Lisa bersama laki-laki lain.
Akhirnya, Shon memutuskan untuk pergi dari kehidupan Lisa dan melanjutkan hidupnya. Tetapi, Lisa merasa tidak bersalah karena selama ini, ia menganggap Shon hanya sekedar teman baiknya. Sebaliknya, Shon sangat sedih karena Lisa adalah satu-satunya teman yang sangat baik dan perhatian, bahkan dianggap sebagai pacarnya. Tetapi, ternyata sikap Lisa tidak seperti yang dibayangkan Shon. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Shon merayakan ultahnya dengan teman-teman dan keluarganya. Lisa masih merasa Shon mempunyai perasaan untuknya, tetapi setiap kali Shon bertemu Lisa di sekolah, Shon tidak pernah memberi sapaan apapun kepadanya.
Orangtua Shon selalu ingin membantu mencari pekerjaan untuk Shon. Tetapi Shon selalu ingin mencari pekerjaan untuknya sendirian. Jadi, ia pergi ke tempat yang sedang membutuhkan seorang karyawan. Setelah mencari-mencari, Shon menemukan tempat pekerjaan yang sangat cocok untuknya, yaitu toko bunga. Shon memilih tempat tersebut karena ia sangat menyukai bunga dan suasana yang tenang dan berwarna.
“Apakah saya boleh bekerja di sini Pak?” tanya Shon.
Bapak tersebut memberikan sebuah kertas formulir dan berkata, “Tentu saja, tetapi kamu harus mengisi semua formulir ini dan juga harus membawa identitas kamu yang diperlukan untuk bekerja di sini.”
Shon mengambil kertas tersebut dan membacanya dengan teliti, “Apa gaji saya bisa ditambah?”
“Belum bisa dek, soalnya kita membutuhkan barang-barang yang cukup mahal untuk stok kami. Tetapi, jika kamu bisa bekerja dengan giat dan penuh semangat, saya akan memberikan uang tambahan untuk kamu.” Shon sangat senang, ia langsung membawa formulir-formulir dan identitas yang dibutuhkan keesokan harinya. Sesampai di toko bunga, Shon melihat seorang perempuan cantik yang sedang menata bunga-bunga di depan toko. Shon menghampirinya dan menyapanya. Perempuan tersebut tersenyum dengan sangat manis.
“Halo aku Shon, aku akan bekerja di sini mulai hari ini. Senang bertemu denganmu.” Shon tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan perempuan tersebut.
“Hai aku Lyra, senang bertemu denganmu juga. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya.” Lyra bersalaman dengan Shon.
Saat Shon masuk ke toko bunga, ia mencari bapak tersebut untuk memberikan formulir-formulir yang sudah diisi. Bapak itu memberi banyak penjelasan tentang apa yang harus Shon lakukan dan cara kerjanya. Perempuan cantik itu, Lyra adalah anak dari bapak tersebut yang memiliki toko tersebut. Jadi, Shon akan bekerja dan membantu Lyra di sana.
“Kamu sekolah di mana?” tanya Shon kepada Lyra.
“Aku di school high.” jawab Lyra dengan senyuman manisnya.
“Hah! Sama dong sama aku, kok kita ga pernah ketemuan?” tanya Shon kebingungan.
Lyra tertawa dan menjawab, “Aku sering banget lihat kamu di sekolah, tapi aku selalu menjauh, soalnya kamu itu termasuk murid yang tenar. Sedangkan, aku pun tidak dikenali siapapun dan aku juga anak baru di situ. Jadi kita ga pernah ketemuan.” Jawab Lyra dengan muka sedih.
Shon mengelus kepalanya dan berkata, “Siapa bilang kamu nggak dikenal siapapun. Sekarang aku mengenalmu kok Lyra, keluargamu juga menyayangi kamu. Jadi, aku akan membantumu dalam hal apapun mulai sekarang.”
Lyra tersenyum dan menjawab, “Terima kasih sudah mau jadi temanku, Shon.”
Keesokan harinya, saat Shon melihat Lyra, ia langsung menyapanya.
“Halo Lyra! Mau ke mana?”
“Halo Shon! Aku mau pergi ke kantin untuk membeli makanan, kamu?” tanya Lyra.
“Oh! Aku juga, ayo makan bareng aku saja.” Ajak Shon
“Hmm, baiklah.” Jawab Lyra
Shon dan Lyra pergi ke kantin untuk membeli makan, banyak anak-anak yang melihat mereka jalan bersama dan mereka mulai membicarakannya ke orang-orang. Karena Shon adalah murid yang sangat tampan, baik dan murah hati, banyak murid yang sangat mengaguminya. Jadi, mereka tidak suka jika ada perempuan yang dekat atau bersamanya.
“Kamu tau nggak perempuan yang bersama Shon itu siapa?” tanya Katy, seorang murid di School High.
“Nggak tau, aku ngak pernah melihatnya di sekolah ini. Mungkin dia anak baru?” jawab teman Katy.
“Mungkin dia anak baru, tapi beraninya dia mendekati Shon!” jawab Katy sambil berteriak kesal.
Setelah Shon dan Lyra makan siang bersama, mereka balik ke kelas masing-masing. Shon sangat senang bisa menemani Lyra yang kesepian sendiri. Sementara, Lyra sangat deg-degan saat dia makan bersama Shon. Ia mempunyai perasaan untuk Shon sejak pertama masuk ke School High. Tetapi, Shon tidak mengetahuinya dan bersikap biasa saja.
Setelah Shon dan Lyra belajar dan bekerja di toko bunga Lyra untuk beberapa minggu. Mereka menjadi lebih dekat dan sangat memperhatikan satu sama lain. Suatu hari Shon mengajak Lyra ke tempat karnaval untuk bermain dan juga menghilangkan stress dari pekerjaan-pekerjaan sekolah yang sangat menekan mereka. Lyra sangat senang dan segera berangkat bersama Shon kesana.
“Wow! Bagus sekali tempat ini, banyak banget tempat mainan kesukaanku.” Kata Lyra.
“Ayo kita main yang manjat-manjat!” jawab Shon.
Shon menarik Lyra dan bermain permainan manjat-manjat tersebut. Mereka menaiki jaring-jaring dan bolongan-bolongan yang sempit. Saat Lyra ingin melompat ke jaring di atasnya, ia terpeleset dan Shon segera membantu menahannya sebelum jatuh. Hati Lyra berdetak lebih cepat dan pipinya berubah menjadi merah muda. Sementara, Shon juga merasa hatinya akan meledak saat itu.
“Kok pipi kamu pink? Blushing ya, hehehe” tanya Shon dengan malu-malu.
“E..en..enggak kok, apaan sih kamu.” Jawab Lyra sambil berusaha berdiri lagi.
Shon dan Lyra menghabiskan waktunya bermain-main di tempat karnaval tersebut. Sore tiba, Shon dan Lyra beristirahat di sebuah taman yang sangat indah dan mempunyai pemandangan yang sangat berwarna.
“Kamu suka ke sini Lyra?” tanya Shon.
“Ini pertama kalinya aku kesini. Apalagi pergi sama orang kaya kamu, belum pernah.” Jawab Lyra tersenyum.
“Aku ingin menanyakan kamu sesuatu Lyra.” Kata Shon dengan keraguan.
“Apa Shon?” jawab Lyra.
Shon mengambil sebuah boneka beruang yang dia beli tadi di karnaval dan bertanya,
“Lyra, kamu mau nggak jadi pacarku?” tanya Shon.
Lyra sangat terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.
“A..ap..apa? Kamu nggak salah milih aku? Aku tidak cocok untuk menjadi pacar orang seperti kamu Shon, yang sangat baik dan murah hati. Aku orang yang sangat egois dan tidak pernah bisa menolong orang lain.” Jawab Lyra dengan menangis.
“Siapa bilang kamu egois dan tidak menolong? Kamu selalu membantuku dengan hal-hal yang aku tidak tahu, kamu juga suka membagi dan sangat perhatian kepada orang-orang.” Jawab Shon.
“Hmm..” Jawab Lyra kebingungan dalam kesedihannya.
“Jadi, kamu bersedia menjadi pacarku, Lyra?” tanya Shon sekali lagi dengan penuh ketekunan.
“Baiklah Shon, aku akan menjadi pacarmu yang setia dan akan berusaha menjadi teman hidupmu yang baik dan rendah hati.” Jawab Lyra dengan senyumannya yang manis.
Shon memeluk Lyra dan mereka berdua bersenang-senang di tempat karnaval tersebut. Keesokan harinya, mereka melakukan aktivitas seperti biasa dan berangkat ke sekolah dengan beban yang sangat berat tiap harinya.
Pada suatu ketika, Katy dan teman-temannya menghampiri Lyra dan mulai mempertanyakan hal-hal tentang hubungannya dengan Shon. Lyra sangat ketakutan saat Katy mulai melemparkan sepatunya ke Lyra.
“Heh! Jangan berani-berani kamu deket lagi sama cowok aku!” teriak Katy.
Saat Katy berteriak sangat kencang, Shon melihat mereka dan segera menghampiri mereka.
“Cowokmu? Nggak salah Katy? Jangan ganggu cewek aku ya, ini peringatan.” Kata Shon.
Katy dan teman-temannya segera pergi dan lari ke kelas mereka masing-masing.
“Terima kasih Shon sudah membantuku.” Kata Lyra.
“Tidak perlu berterima kasih, kan tugasku memang harus menjagamu dengan baik.” Jawab Shon sambil tersenyum.
Kemudian, Shon mengajak Lyra untuk pergi makan di kantin.
“Ada sesuatu yang harus aku kasih tahu kamu.” Kata Shon.
“Ada apa Shon?” jawab Lyra.
“Setelah lulus kuliah, aku harus melanjutkan studiku di Amerika, jadi kita tidak bisa sering bertemu.” Kata Shon.
“Hah?! Kok bisa tiba-tiba Shon?” tanya Lyra dengan ekpresi kaget.
“Orang tuaku memaksaku untuk pergi kesana untuk melanjutkan studiku, maafkan aku Lyra.” Jawab Shon sambil memegang tangan Lyra.
“Ohh, tidak apa-apa Shon. Aku mengerti kok, kamu pergi saja aku akan selalu mendukungmu dari sini.” Kata Lyra.
Setelah Shon dan Lyra lulus kuliah, Shon segera meninggalkan tempat asalnya dan pergi ke Amerika. Setiap hari Lyra menulis email untuk Shon untuk mengabarinya tentang keadaan di sini.
Pada suatu ketika, Lyra jatuh sakit karena dia mengalami terlau banyak stress. Ia dirawat di rumah sakit. Tetapi, ternyata Lyra mempunyai suatu penyakit yang tidak diketahui siapapun dan Lyra menjaganya untuk dirinya sendiri, yaitu penyakit jantung. Ia memelihara penyakit itu dari kelas 5 SD saat dia kejang-kejang dan jatuh pingsan. Tetapi, Shon tidak mengetahui tentang dari sejak mereka mengenal satu sama lain.
Saat Lyra jatuh sakit, Shon mulai curiga karena ia tidak menulis email lagi untuk Shon. Setelah beberapa minggu, Katy menulis kepada Shon, ia memberi tahu tentang keadaan Lyra yang sekarat dan akan segera meninggal.
Shon panik dan langsung membeli tiket ke tempat asalnya. Setelah sampai di rumah sakit, Ia melihat Lyra sudah kejang-kejang dan tidak bisa bernafas dengan normal. Shon mengejar dokter dan menanyakan keadaann Lyra.
“Ada apa dengan Lyra, dok?!” tanya Shon dengan panik.
“Maaf, sepertinya penyakit ini sudah terlalu parah karena sudah ditahan dan disimpan lama olehnya.” Jawab dokter.
“Tidak mungkin! Pasti ada cara lain dok!” teriak Shon.
“Satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah donasi organ dan di tempat ini, susah untuk mencari jantung yang cocok dengannya.” Jawab dokter.
Shon sangat kebingungan dan akhirnya dia memutuskan untuk tes jantung untuk menentukan apakah jantungnya cocok dengan Lyra.
“Dok, saya mau tes boleh?” tanya Shon.
“Ayo, ikut saya. Kita tidak punya banyak waktu.” Jawab dokter sambil berjalan mengarah ke ruang tes.
Setelah Shon di tes dan ternyata hasilnya cocok. Shon sangat senang dan ia akan mengorbankan dirinya untuk orang yang dia sangat sayangi. Jadi, Shon memutuskan untuk mendonasikan jantungnya kepada Lyra.
Setelah operasi sudah selesai dan sudah berjalan dengan lancar. Shon dimakamkan di pemakaman dekat rumah Shon. Sementara, Lyra tidak mengetahui apapun tentang pengorbanan Shon kepadanya.
Setelah Lyra sudah sembuh kembali dan sudah bisa belajar kembali, dokter yang merawatnya datang ke sekolah Lyra dan ingin berbicara kepada Lyra.
“Lyra, kamu sudah tidak apa-apa?” tanya dokter.
“Sudah dok, terima kasih sudah merawatku dan juga membuatku sembuh kembali.” Jawab Lyra.
“Sebenarnya, bukan saya yang membantumu, tetapi seorang temanmu yang bernama Shon pergi ke rumah sakit dan ia mendonasikan jantung nya kepadamu. Ia sekarang dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya.” Kata dokter.
“Ti.. tid.. tidak mungkin dok, mungkin ini kesalah pahaman.” Kata Lyra.
“Kamu sangat beruntung mempunyai teman sebaik dia di hidupmu.” Kata dokter.
Dokter tersebut tersenyum dan meninggalkan Lyra. Lyra sangat terkejut dan tidak bisa berbicara apa-apa. Ia langsung mengeluarkan air mata dan menangis deras.
Lyra datang ke pemakaman Shon setiap hari dan selalu berdoa untuknya.
“Maafkan aku Shon, terima kasih atas semuanya. Aku berjanji akan melanjutkan hidupku dengan baik dan tidak akan pernah lupa mendoakanmu setiap hari. Semoga kamu bahagia di sana, I love you.”














Comments