MENGEMBALIKAN TRADISI NATAL YANG MULAI PUDAR
- Feb 3, 2017
- 2 min read
Natal. Saat mendengar kata itu, pasti hal yang terlintas di dalam pikiran kita adalah : pohon natal, christmas dinner, perayaan natal, hadiah natal, santa klaus, rusa, salju, dan sebagainya. Namun, jarang sekali ada orang yang benar-benar mengingat bahwa sebenarnya natal itu adalah hari raya untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, sang Juruselamat kita.
Pada tanggal 16 Desember 2016 yang lalu, Jakarta Nanyang School mengadakan sebuah perayaan natal. Perayaan natal bukanlah hal yang baru di sekolah Jakarta Nanyang karena acara ini telah berlangsung semenjak dua atau tiga tahun yang lalu. Namun, perayaan natal tahun 2016 ini merupakan salah satu yang terbaik. Alasannya adalah karena para pembawa acara, Cindy Chang dan Jannica Tjandra dari kelas Secondary 4A, serta para guru-guru dan murid-murid yang tampil, telah mempersiapkan diri mereka masing-masing secara matang sehingga penampilan yang mereka persembahkan sungguh sangatlah indah.
Perayaan ini dimulai dengan doa pembukaan yang dibacakan oleh koordinator pelajaran Agama, Bahasa Indonesia, serta PKn, yang bernama Pak Maksimus Adil. Lalu, acara ini dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Kepala Sekolah kami yang menceritakan kembali tentang sejarah kelahiran Yesus Kristus dalam bahasa Indonesia. Para orangtua dan semuanya yang mendengarkan cerita tersebut pun tersentuh hatinya.
Selanjutnya, acara natal ini menampilkan persembahan-persembahan talenta yang dimiliki oleh para murid Jakarta Nanyang School. Dimulai dari nyanyian sampai tarian yang dibawakan oleh para orangtua. Tak lupa, paduan suara guru laki-laki dari sekolah juga memeriahkan acara natal tahunan ini dengan suara merdu mereka dalam nyanyian-nyanyian yang dibawakan. Lagu-lagu pujian yang dinyanyikan juga tidak mudah untuk dipelajari; Kerja keras mereka terlihat ketika tepuk tangan yang meriah menyambut akhir dari pertunjukan mereka.
Para orangtua murid juga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk ikut unjuk diri. Ibu-ibu dari murid kelas SD ikut berdansa dan bernyanyi di atas panggung dengan anak-anak mereka. Tarian mereka yang begitu bersemangat langsung mengangkat beberapa penonton dari kursinya dan mereka ikut menari mengikuti gerakan. Pertujukan dilanjutkan dengan berbagai macam talenta lainnya. Cheerleading dari kelas SD dan juga SMP, juga sebuah band yang terdiri dari murid-murid SMA.
Seperti biasa, perayaan diakhiri dengan acara tukar kado anak-anak dan sebuah perjamuan. Makanan yang sedari tadi ditunggu, langsung diserbu oleh anak-anak dan orangtua yang kelaparan. Makanan yang disiapkan para orangtua tentu banyak. Mulai dari sate ayam hingga soto dan nasi tumpeng. Dan salah satu dari makanan paling laku di seluruh pesta natal, tentunya ES KRIM!!! Dari awal hingga akhir, stand es krim tidak pernah kosong sekalipun, kecuali ketika stok es krim yang dimiliki habis.
Canda tawa terdengar dari satu ujung hall hingga ujung lainnya. Di pesta natal ini, kita kembali mengingat juga apa yang penting bagi kita. Meskipun kita sudah melalui banyak rintangan, kita bisa tahu dengan pasti bahwa yang kita butuhkan hanyalah berkumpul kembali dengan keluarga dan teman-teman kita, bersama-sama merayakan apa yang sudah kita capai hingga saat ini.














Comments