top of page

Suka Makan? Tapi Kok Ga Disayang

  • Aug 31, 2016
  • 2 min read

Siapa yang tidak suka makan? Pasti kebanyakan dari kita sangat suka yang namanya makanan. Tapi, jarang terlintas di pikiran kita akan banyaknya makanan yang terbuang entah itu karena tidak habis, pesan berlebih, atau mungkin merasa makanan yang dipesannya kurang memuaskan.

Seringkali orang menganggap remeh hal ini karena mereka berpikir ah biarkan saja pesan banyakan, kalau nanti kurang bagaimana? Hal ini mungkin sering menjadi alasan orang untuk memesan makanan yang berlebihan. Padahal akhirnya makanan tersebut tidak termakan karena sudah kenyang. Yang lebih herannya lagi, mengapa tidak dibungkus dan ditaruh kulkas untuk dipanaskan keesokan harinya? Berbagai alasan diungkapkan.

“Bosen, dong. Sudah makan hari ini masa makan lagi besok?”

“Ah... bikin repot saja, cuci piring lagi.”

“Sayang sih… Tapi mau diapain lagi, namanya juga sudah kenyang. Kalau dipaksakan nanti tidak sehat.”

Sering sekali saya melihat piring yang masih penuh tetapi orangnya sudah pergi. Saya justru merasa kasihan dengan orang yang membuat makanan tersebut. Sang koki pasti merasa sedih jika melihat makanan yang telah dibuatnya tersebut tidak dihargai.

Terkadang, kita sering lupa akan pentingnya bertanggung jawab. Banyak orang terlalu mudah ditipu dengan promo-promo kartu kredit seperti potongan harga alias diskon ataupun promo beli satu gratis satu. Hal ini membuat kita memesan berlebihan dengan tujuan mendapatkan diskon. Terlebih lagi, keuntungan yang kita dapatkan seringkali tidak sebanding dengan kerugiannya. Pertama, pengeluaran kita pasti akan lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Kedua, makanan yang sudah dipesan pun tidak termakan dan terbuang. Kalau mungkin termakan, pasti kekenyangan.

“Apapun yang terlalu banyak pasti rasanya tidak enak.”

Jika kita sadari, tidak semua dari kita sanggup untuk membeli satu porsi makanan untuk setiap harinya. Tidak perlu jauh-jauh, pasti kita sering sekali melihat pemulung atau peminta-minta yang mungkin dari segi ekonomi kurang beruntung dibanding kita . Orang-orang seperti itulah yang memerlukan bantuan. Daripada membuang makanan begitu saja, lebih baik menyisahkan sebagian yang masih bersih untuk mereka. Pasti mereka merasa sangat senang dan terbantu. Dengan demikian, kita bisa menyelamatkan nyawa orang, loh. Begitu mulia, bukan?

Kebiasaan memesan makanan secukupnya tentunya perlu ditanamkan dari saat kita masih kecil. Saat masih kecil, ibu saya pernah berkata, “Nak… Kalau makananmu tidak dihabiskan, nanti kalau besar dapat suami yang berewokan loh.” Mendengar perkataan tersebut, saya menjadi terbiasa untuk selalu menghabiskan apa pun yang sudah saya ambil. Jika saya mengambil terlalu banyak dan akhirnya tidak dapat menghabiskannya, ya berdoa saja agar nanti suaminya tidak berewokan. Eh…

Saat kita pergi makan di restoran, pastikan kita memesan sesuatu yang kita yakin dapat habiskan. Jika tidak yakin, lebih baik pesan yang lain. Pastikan apa pun itu yang kita pesan, kita sanggup menghabiskannya. Dengan belajar menghargai makanan, kita juga dengan tidak disadari, belajar untuk menghargai sesama.

Tidak hanya di restoran saat bersama keluarga, kebiasaan ini pantas juga kita tanamkan saat kita sedang bersama teman-teman di kantin sekolah. Jika ada di antara teman-teman kita ada yang suka tidak menghabiskan makanannya, kalian mungkin bisa menasihatinya dengan ejekan suami berewokan tadi. Semoga dia percaya.

Nah… Sekarang, masih mau buang-buang makanan? Masalah ini mungkin terlihat sepele, tapi jika tidak dibenarkan dari sekarang, kapan lagi? Ayo kita mulai dengan mengambil makanan secukupnya!

“Suka makan berarti menyayangi makanan bukan membuang-buang.”


Comments


Featured Review
Tag Cloud
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
bottom of page